Yang Terlibat Wisma Atlet-Hambalang Sebaiknya Mundur

Berita Hari Ini - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul berharap agar semua kader Demokrat yang disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games dan Hambalang mundur dari jabatan di DPR maupun sebagai menteri. Langkah itu, menurut dia, untuk menyelamatkan partai.

"Saya memohon siapapun yang dikaitkan mulai wisma atlet sampai Hambalang, kita harus sayang dengan partai. Saya hanya bisa mengatakan semua itu akan indah kalau kita bisa mundur, jangan dimundurkan," kata Ruhut di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Ia mengatakan, memang ada azas praduga tak bersalah sehingga belum tentu benar tuduhan keterlibatan itu. Namun, kata dia, dua kasus itu bakal terus menjatuhkan citra partai yang tentunya berimbas pada tingkat dukungan publik terhadap partai.

"Saya bukan takut sanksi hukum, tapi sanksi sosial. Turunnya rating partai kami karena sanksi sosial. Jadi, saya kembalikan kepada kader-kader itu kalau sayang kepada partai, legawa ( menerima kenyataan untuk mundur)," pungkas Ketua DPP Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, beberapa kader Demokrat disebut-sebut terlibat dua kasus di Kementerian Pemuda dan Olahraga itu seperti Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, Menpora Andi Mallarangeng, mantan Ketua Komisi X DPR Mahyudin, dan mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir. Mereka berulangkali menyangkal tuduhan keterlibatan yang pertama kali dihembuskan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang juga terpidana empat tahun sepuluh bulan dalam kasus suap wisma atlet.

Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus menyidik perkara wisma atlet. Adapun kasus proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, masih dalam tahap penyelidikan. (Kompas)